[KISAH NYATA] Cerita Anak Autis Ayyash Yang Mengharukan ... Apa Yang Terjadi Selanjutnya ...

Jakarta - Rasanya baru saja kemarin ibunya Ayyas datang ke SDIT Sdit Ar Rahmah Makassar survey sekolah untuk anaknya. Kebetulan ananda adalah anak yang istimewa, Ayyyash memiliki gejala autis. Ibunya ingin memastikan bahwa sekolah yang ditempati anaknya, betul-betul bisa memahami kondisi anaknya.

Akhirnya, jadilah Ayyash bersekolah di sini. Tentu saja banyak adaptasi yang harus dilalui. Dia suka berkeliling kelas, sehingga hampir semua murid Ar Rahmah mengenalnya.

Semua guru juga tahu tentang Ayyash. Waktu baru masuk sekolah dia sering ke kantor mencari gurunya, Bunda Enna-Bunda Enna....(maksudnya, Bunda Ernha Damayanti).

Alhamdulillah, dengan ijin Allah, Ayyash menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Dia bisa membaca, semangatnya belajar luar biasa. Ini membuktikan salah satu pelajaran saya waktu itu kuliah GUARDIAN ANGEL di Makassar, oleh Bunda Iren, kalau anak ABK berada di lingkungan normal, dia akan mendapatkan spektrum normal dan itu akan mendukung percepatan perkembangannya.

Singkat cerita, Ayyash naik kelas II. Di kelas ini, bacaan AL Qur'an nya semakin baik. Hafalannya juga semakin baik. Bahkan Ayyash berani menjadi imam shalat. Bacaannya harus dikeraskan lho, sampai Bu guru nya was-was jangan sampai salah dan Ayyash malu. tapi Alhamdulillah, betul semua. Luar biasa betul perkembangannya.

Hingga kemarin, Senin, 28 Nopember 2016, Ayyash datang di antar oleh ayahnya. Baru saja memasuki pagar sekolah, dia berkata pada pak satpam, "Pak Adi, saya cukur baru". (itu juga salah satu yang membuat tidak langsung mengenali foto yang beredar).

Hingga kemarin, Senin, 28 Nopember 2016, Ayyash datang di antar oleh ayahnya. Baru saja memasuki pagar sekolah, dia berkata pada pak satpam, "Pak Adi, saya cukur baru". (itu juga salah satu yang membuat tidak langsung mengenali foto yang beredar).

Pelajaran berganti pelajaran, hingga saatnya mengaji, Ayyash menyetor hafalan surahnya kepada Bunda Husna, surah Al Zalzalah dan AL Qadr dengan sempurna.

Sementara itu di grup Whats Up kelas II Cairo, Bunda Inayah mendapat pesan dari ibunya Ayyash, supaya dia tidak usah ikut mobil jemputan pulang. Nanti dijemput. Jadi Bunda Inayah menyampaikannya ke Ayyash.

Sebelum pulang, Ayyash pergi mengaji ke Bunda Ernha Damayanti. Hari ini bacaannya juga sungguh bagus. Ustazahnya berpesan, besok datang lagi ya, ustazah kasi h hadiah. Tapi jawabannya," TIDAK MAU MA LAGI DATANG USTAZAH".

Jam pulang pun tiba...., ternyata Ayyash sudah duduk rapi di MJ, kursi paling depan samping Pak Rusli. Ibunya Ayyash datang. Ayyash bilang, " sampai besok ya Pak"....dan ikutlah Ayyash bersama ibunya ke kantor sekolah.

Dan peristiwa mengenaskan itu pun terjadi....😭😭😭😭😭😭😭

# Ayyash, kami menyayangimu, kenangan bersama mu adalah kenangan manis di sekolah ini. Maafkan kami jika ada yang salah ya Nak.

# sejak kemarin sore bergantian guru-guru ke RS menjenguk Ayyash

# ketika berita Ayyash meninggal, bahkan para guru masih tidak bisa percaya, karena waktu di jenguk, masih sadar. kata para guru, pastikan dulu informasinya.

# rencana untuk mengadakan do'a bersama berubah menjadi shalat ghaib untuk anakda Ayyash

# bahkan Ustaz Ismail Bobihu, tidak sanggup menjadi imamnya. beliau adalah guru mengaji Ayyash waktu di kelas 1.

# Ayyash masih sempat menyebut nama wali kelasnya semalam saat di rumah sakit.

semoga dapat menginspirasi ...

sumber : diambil dari status https://web.facebook.com/andre.abdillah.87


0 Response to "[KISAH NYATA] Cerita Anak Autis Ayyash Yang Mengharukan ... Apa Yang Terjadi Selanjutnya ..."

Posting Komentar